(created by OpanK_06 Nopember 2004)
purnama redup di atas pohon kapuk randu
yang berbusana gaul
kerut keningnya hendak memprotes kemajuan zaman
yang telah meninggalkan penduduk madani
jauh dimasa lampau
penduduk awam yang menjadi kekasih sang rembulan
telah menjadi bangkai cerita ketidakpedulian
para pelayan
geramlah purnama penuh dendam
saat tak mendapati bayang wajahnya pada hulu karajaE*
yang lenggak-lenggokan harapan
jutaan bakal insani
dan kekuasaanlah sebenar-benarnya daya
serpih kaca menempel pada wajah bidadari malam itu
doanya “semoga kabut tebal menutupi pandanganku”
agar tak tampak baginya kezaliman murahan mereka
yang duduk lega di atas bongkahan batu
dan gelodongan kayu yang tersisa
kecewa…
mordenisasi telah melucuti kehormatan kekasih malam itu
ternoda…
tubuh penghuni malam terjamah nafsu penguasa hitam
tanah meretak
kerontang menjelajah sampai ke taman kota
hari-hari tak ada lagi kicauan burung pagi
semerdu siulan sumbang anak tiri kota ini
dan tak ada saksi bagi pekat kelam ini
selain purnama terakhir yang merintihkan luka hati._
* Nama sebuah sungai di kota Parepare – Sulsel

Tidak ada komentar:
Posting Komentar