(created by OpanK_02 September 2004)
kerling mata di antara riuh kesibukan zaman
tatap-tatap curiga
jangan sampai kesiangan
jangan sampai memanjakan tangan kebohongan
lugas yang melantun di atas roda-roda gundul merebak
serta sahutan lemas yang merangsang iba
dengan meraka
“tak kenal”
jeritan itu adalah luka lama
tanah datar padat itu jadi tempat tumpukan sampah
yang beterbangan kesana-kemari
mencari lindung resah
tanah datar dan padat
tempat disandarkannya rongsokan
serakah
yang selalu menyembunyikan jutaan
rasa lelah
sisa kejayaan yang meratapi penyesalan saat menjajah
kebohongan yang lingkupi hati
dia yang masih mengerlingkan mata
tak sadar kalau zamanlah yang menonjok pandangannya
yang ia tau
ada puluhan pengembara yang tersesat diingatannya
tanpa peduli lagi kalau jeritan itu adalah luka lama
tak terkira waktu yang dibuang di tepi jalan
senandung girang hiasi paras yang tak berperasaan
dari roman penghuni zaman yang sok santun
dan luka lama terlalu banyak menelan korban
walau nanti tersisih waktu
pun dihimpit penyesalan
siapa yang peduli
kalau luka lama adalah korban kesibukan zaman._

Tidak ada komentar:
Posting Komentar